Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label intarnasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intarnasional. Tampilkan semua postingan

Kabar dari Eropa Gagalkan Penguatan Wall Street

Written By Blogger Indonesia on Minggu, 25 Desember 2011 | 09.48

Bursa saham Wall Street melemah pada perdagangan Kamis (8/12) setelah Jerman menolak beberapa rancanan dalam KTT Uni Eropa dan ECB untuk tidak membeli obligasi Eropa.

Indeks Dow Jones turun 1,6% ke 11.997, indeks Nasdaq turun 1,9% ke 2.596 dan indeks S&P turun 2,1% ke 1.234. Pelemahan Dow dipimpin JPMorgan yang turun 5,2% dan saham Bank of America yang turun 5%. Dow melemah melewati level psikologis 12.000. Demikian mengutip yahoofinance.com.

Indeks S&P melemah dipimpin sektor keuangan dan bahan baku. Pelemahan Wall Street melemah di akhir perdagangan dengan kabar tebaru dari Uni Eropa tersebut.

Dalam draff KTT Uni Eropa yang bocor, pemimpi Eropa sepakat untuk melakukan integrasi fiskal dan memperkuat mekanisme bailout. Namun Jerman menolak rancangan mekanisme Fasilitas Stabilisasi Keuangan Eropa (EFF) untuk perbankan dan penerbitan obligasi Eropa.

Investor sudah mencermati KTT ini sepanjang pekan ini. Rangkaian KTT sudah dimulai dengan jamuan makan malam pemimpin Eropa dan akan mulai pembahasan pada hari Jumat .

"Kita telah melihat reli pada awal perdagangan tetapi setelah skeptis dengan KTT yang terjadi perbedaan pandangan sehingga sangat tidak realistis untuk mendapatkan hasil yang memuaskan semua pihak," kata Jay Wong dari Payden Value Leaders Fund.

Investor juga kecewa dengan pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi yang berpotensi tidak membeli obligasi negara Eropa. Dia melihat prospek ekonomi di Eropa yang masih memiliki ketidakpastian yang tinggi dan risiko penurunan substansial.

Pernyataan ECB ini setelah memutuskan memangkas suku bunga acuan 25 basis poin sebagai respon krisis utang Eropa dan untuk meredam inflasi yang tetap tinggi.

Sementara data dari AS, klaim tunjangan pengangguran turun 23.000 menjadi 381.000. Sedangkan persediaan grosir bulan Oktober, sebagai level tertinggi dalam 5 bulan terakhir.
09.48 | 0 komentar

Kabar dana talangan tambahan Eropa bikin bursa Wall Street menguat

Rencana para menteri keuangan Eropa mengucurkan dana talangan baru memberikan angin segar bagi bursa Amerika Serikat. Mengawali pekan ini, bursa Wall Street dibuka menguat .

Indeks Standard & Poor's 500 sudah menguat 0,3% ke level 1.222,74 pada pukul 09.37 waktu New York. Sedangkan indeks Dow Jones sudah menguat sebesar 0,3% ke level 11.902,57.

Bahan bakar penguatan indeks bursa Amerika Serikat ini berasal dari agenda pertemuan para menteri keuangan Eropa. Dua orang sumber menyebutkan, pertemuan tersebut akan membahas menambah dana talangan baru sebesar US$ 261 miliar lewat International Monetary Fund (IMF). Dana tambahan ini akan dipakai untuk membantu mengatasi krisis utang negara-negara Eropa.

"Ini kabar bagus, jika dana ini dipakai untuk membeli surat utang yang saat ini berimbal hasil tinggi dari pasar. Tentunya akan memberikan waktu bagi negara Eropa untuk merestrukturisasi keuangannya," kata Andy Lynch, Manager Portofolio Schroder Investment Management Ltd., Senin (19/12).

Pekan lalu, indeks bursa Amerika Serikat melemah setelah The Federal Reserves menolak memberikan dana talangan tambahan untuk mengatasi krisis utang Eropa. Namun, dua hari terakhir dalam pekan lalu, bursa Wall Street menguat setelah dana pengangguran dan industri manufaktur positif.
09.39 | 0 komentar

Demi Cuti, Pria Ini Palsukan Kematian Ibunya di Surat Kabar

Entah apa yang dipikirkan pria ini ketika menerbitkan obituari ibunya di sebuah surat kabar lokal, padahal ibunya tersebut masih hidup sehat di rumah. Setelah ditangkap, pria bernama Scott Banenet (41) ini mengaku mencantumkan obituari ibunya untuk mendapatkan cuti kerja.

Seperti diberitakan smh.com.au, Jumat (23/12/2011), salah seorang kerabat Pat Bannet (71), ibunda Scott, mendatangi surat kabar The Jeffersonian Democrat. Kerabat itu memberitahukan Pat dalam kondisi sehat.

Setelah kejadian tersebut, polisi AS kemudian mendatangi Scott dan menahannya.

Editor harian Demokrat, Bartley Randy, mengatakan dia menerima berita kematian dengan itikad baik meski tidak bisa mengkonfirmasi waktu pemakaman seperti yang diberitakan.

Kepala Kepolisian setempat, Ken Dworek, mengatakan bahwa Scott memalsukan hal tersebut karena tidak ingin dipecat karena mengambil cuti.
09.36 | 0 komentar

Seorang Warga Iran Menanti Kabar Anaknya

Seorang warga Iran, Mahaeni Mustofa terus mencari anaknya yang menjadi korban tenggelamnya kapal imigran beberapa hari silam di Pos Polair Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (21/12). Sebelumnya Mustofa juga telah mencari ke sejumlah penampungan korban kapal imigran yang tenggelam, tapi tak juga menemukan putra tercintanya.

Sebelum peristiwa nahas terjadi, Mustofa yang mengantar anak tercintanya dan membelikan tiket seharga US$ 7.000 untuk biaya kepergian anaknya ke Australia. Naas, kapal yang ditumpangi tersapu gelombang hingga tenggelam bersama sekitar 200 lebih imigran asal Timur Tengah lainnya di perairan Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek. Mustofa merasa bersalah karena membiarkan anak tercinta pergi seorang diri.

Sementara karena kelebihan kapasitas, 17 imigran asal Afghanistan, Iran, dan Pakistan diberangkatkan dari rumah detensi imigran Pasuruan, Jawa Timur ke sebuah hotel di Sidorajo, Jatim. Mereka terdiri dari 14 laki-laki dewasa, seorang perempuan dan dua anak-anak. Meski tak mengalami luka parah, namun kondisi para imigran terlihat masih syok.

Apalagi saat dalam perjalanan ke Sidoarjo bus yang ditumpangi sempat mengalami kecelakaan beruntun. Akibat kecelakaan bus dan mobil polisi yang mengawal rusak.

Pada tahap selanjutnya, sesuai ketentuan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan United Nations Hight Commission on Refugee (UNHCR) yang mengurusi imigran, akan dilakukan pendataan secara administratif. Langka ini untuk mengetahui kelengkapan surat-surat dari para imigran apakah masuk dalam kategori legal atau ilegal. Bagi imigran ilegal, akan dipulangkan paksa ke negara masing-masing.
07.48 | 0 komentar

AS Beri Kabar Baik, Saham Asia Naik

Kinerja bursa saham Asia mengalami kenaikan setelah data-data ekonomi Amerika Serikat menunjukan adanya perbaikan. Sentimen positif juga merembet ke bursa Eropa yang mengalami rebound.

Padahal tiga hari sebelumnya, krisis ekonomi Eropa telah membuat para investor melepas aset-aset yang berisiko tinggi.

Pada perdagangan hari ini, indeks Nikkei Jepang mencatat kenaikan sebesar 0,4 persen. Sementara indeks MSCI Asia Pasifik diluar Jepang juga naik 0,3 persen.

Dari tanah air, indeks harga saham gabungan kemarin ditutup melemah 50,064 poin atau 1,33 persen ke level 3.701,540. Indeks LQ 45 juga terkoreksi 10,654 poin atau 1,61 persen.

Sementara itu, bursa saham AS kemarin mencatat kenaikan pada penutupan perdagangan setelah sebelumnya jatuh karena isu tingkat pengangguran. Data-data mengenai bangkitnya aktivitas industri di kawasan regional dan hasil mengejutkan dari kinerja FedEx Corp menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

"Bisakan AS melakukan hal ini sendiri? Tidak," kata Chief Investment Officer dari Solaris Asset Management, New York, Tim Ghriskey seperti dikutip laman reuters.com, Jumat, 16 Desember 2011.

Tim optimistis, di luar krisis Eropa yang masih menghantui ekonomi global, sejumlah negara di dunia akan mengalami pertumbuhan positif. "Kami tidak berpikir bahwa ini akan menjadi berantakan," katanya.

Bursa saham dunia kemungkinan masih harus menghadapi masalah akibat penurunan peringkat surat utang beberapa negara di Eropa. Apalagi dalam pertemuan pemimpin negara Eropa yang terakhir, tidak ada resolusi yang cepat dalam menangani krisis, serta membatasi keuntungan dari mata uang tunggal.

Bisnis.vivanews
07.42 | 0 komentar

AS Pantau Kabar Kematian Kim Jong-Il

Amerika Serikat, Minggu (18/12/2011) waktu setempat, "memantau" laporan tentang kematian pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il. AS mengatakan, pihaknya berkomitmen atas stabilitas di Semenanjung Korea dan keamanan sekutu-sekutunya.

Kematian Kim, yang diumumkan media resmi Korea Utara, langsung menimbulkan krisis kebijakan luar negeri dan kecemasan bagi Washington dan sekutu-sekutunya, mengingat sejarah Pyongyang yang agresif dan persenjataan nuklirnya. "Kami terus memantau secara seksama laporan-laporan bahwa Kim Jong-Il sudah meninggal," kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, dalam sebuah pernyataan yang sangat hati-hati. "Presiden (Barack Obama) telah diberitahu, dan kami berhubungan erat dengan sekutu kami di Korea Selatan dan Jepang. Kami tetap berkomitmen pada stabilitas di Semenanjung Korea, dan kebebasan serta keamanan sekutu-sekutu kami."

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton juga diberitahu tentang kematian Kim pada Minggu larut malam waktu setempat. Para pejabat AS menolak untuk berkomentar lebih lanjut tentang repsponse AS atas kematian Kim atau implikasi geopolitis kematian itu.

kompas
07.35 | 0 komentar

Welcome Guys

Categories