Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Ical Sambut Baik Wacana Koalisi dengan PDIP

Written By Blogger Indonesia on Minggu, 25 Desember 2011 | 10.17

Kabar kedekatan Partai Golkar dan PDIP menjelang Pemilu 2014 memang bukan isapan jempol semata. Meski belum ada pernyataan resmi, kedua partai tersebut sudah memberi sinyal positif. Salah satunya dari Ketum Golkar, Aburizal Bakrie.

"Saya mengatakan menyambut koalisi dengan semua partai, kita harapkan siapa saja yang berkoalisi dengan Golkar kami sambut dengan baik," kata Aburizal di sela-sela diskusi panel renungan akhir tahun 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (21/12/2011).

Ical, begitu dia biasa disapa, menegaskan kerja sama dalam bentuk koalisi dimungkinkan dalam sistem politik di Tanah Air. Tujuannya hanya satu yaitu untuk membangun negara yang lebih baik.

"Yang penting platformnya sama," imbuhnya.

Ditanya lebih jauh soal capres 2014 dan siapa wapres yang akan digandengnya, Ical tak mau buru-buru berkomentar. Semua akan ditentukan pada saat Rapimnas Golkar tahun 2012.

"Belum ada keputusan, masih menunggu rapim tahun 2012, wacananya sudah ada tapi kita akan bicarakan lebih lanjut," terangnya.

Untuk sistem pemilu, Golkar juga sudah mempunyai sikap. Pengusaha yang masuk jajaran 40 orang terkaya di Indonesia ini menegaskan, Partai Beringin ingin menggunakan sistem pemilu gabungan antara tertutup dan terbuka.

"Untuk kita, 70 persen terbuka, 30 persen tertutup jadi ada suatu pengggabungngan dari kedua itu, sehingga ada kemungkinan masyarakat untuk memilih, tapi ada juga kemungkinan partai-partai untuk mengusulkan kadaer mereka yang paling handal," jelasnya.

Sementara untuk Parliamentary Threshold (PT), Golkar mengusung angka 5 persen. Ical menilai dengan angka tersebut bisa mengurangi jumlah fraksi di DPR, sehingga pemerintahan bisa berjalan efektif.

"Dan dengan mengurangi itu kita kembali menyatukan pendapat sama, parpol yang platformnya sama, tapi ada pada tempat berbeda. Jadi paprol yang platformnya sama, jadi bergabung," terangnya.
10.17 | 0 komentar

Pencopotan Mauritz Napitupulu Dinilai Janggal

Pemberhentian mendadak Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya, Mauritz Napitupulu, dinilai janggal oleh Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selamat Nurdin. Ia juga mengaku kaget dengan keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini. "Kami cukup kaget juga mendengar kabar ini. Dia orang yang sangat berkomitmen," kata Selamat ketika dihubungi wartawan, Jumat (23/12/2011).


Kami cukup kaget juga mendengar kabar ini. Dia orang yang sangat berkomitmen.
-- Selamat Nurdin

Selama Maurits Napitupulu masih memegang kendali PAM Jaya, ia merasa kinerja PAM Jaya jauh lebih baik. Menurutnya, Mauritz berhasil membuka jalan dan mengajak kedua operator swasta yaitu PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta untuk duduk bersama terkait kontrak pengelolaan air yang merugikan. "Renegosiasi ini berawal darinya. Sedangkan sebelumnya susah untuk membicarakan ini," tutur Selamat.

Renegosiasi permasalah kontrak ini perlu dilakukan karena jika tidak segera dibicarakan maka imbasnya jatuh pada PAM Jaya yang berpotensi memiliki utang sebesar Rp 18,2 triliun kepada dua operator saat perjanjian berakhir pada 2022.

Selamat menuturkan bahwa pihaknya sempat memberi tenggat waktu hingga 1 Desember 2011 agar PAM Jaya dan dua operator menyelesaikan renegosiasi kontrak. Tapi hingga saat ini, kata sepakat belum juga didapat oleh ketiga pihak tersebut. Lantaran mencuatnya masalah renegosiasi ini, pemberhentian Mauritz diduga karena ada tekanan dari pihak luar.

Tentunya, Selamat juga khawatir bahwa masalah renegosiasi ini akan berhenti di tengah jalan dan tidak berlanjut karena pergantian pemegang kendali. "Saya duga ada ancam-ancam pihak yang tak sepakat dengan rebalancing kontrak," imbuh Selamat.

Pada pertengahan 2011 ini, lanjut Selamat, Palyja meminta PAM Jaya mengembalikan uang tunggakan pelanggan dari Agustus 2010 hingga Juni 2011 sebesar Rp 116 miliar kepada Palyja untuk menambah belanja modal perusahaan. Namun PAM Jaya menahan uang itu hingga kontrak baru disepakati dan ditandatangani.
10.05 | 0 komentar

Aulia Pohan Undang Permadi Klarifikasi 'Penangkapan' di Swiss

Politikus Permadi menerima kabar penangkapan Aulia Pohan di Swiss dan menyampaikannya ke sejumlah media. Merasa dikabarkan tidak benar, Aulia pun mengundang Permadi untuk melakukan klarifikasi.

"Pak Aulia akan menyanggah kabar itu dan sekaligus memberi kesempatan kepada Pak Permadi untuk mengklarifikasi apa yang telah disampaikannya ke media. Apa latar belakangnya menyampaikan itu dan suasana apa yang meliputi," ujar kuasa hukum Aulia, Dedy Kurniady, kepada detikcom, Jumat (23/12/2011).

Menurutnya, kabar yang disampaikan Permadi itu menyesatkan. Karenanya kabar itu merugikan nama baik Aulia. Aulia memiliki hak untuk mengambil langkah hukum yang diperlukan. Namun pihaknya memberi kesempatan kepada Permadi untuk melakukan klarifikasi dan penjelasan.

"Berita itu sama sekali tidak benar dan menyesatkan sehingga klien kami telah dirugikan," sambung Dedy.

Pihak Aulia mengharap itikad baik Permadi untuk datang ke kantor kuasa hukum Aulia di Wisma Tugu Raden Saleh, Jalan Raden Saleh Raya, pada Rabu 4 Januari mendatang pukul 14.00 WIB.

Dia menyampaikan, belum lama ini Aulia tidak pernah pergi ke Swiss. Saat ini pun Aulia ada di Tanah Air. "Saat ini beliau (Aulia) ada di sini (Jakarta)," ucap Dedy.

Apa yang akan dilakukan jika Permadi tidak memenuhi undangan? "Tentu kami tahu apa yang akan kami lakukan bila Permadi tidak datang, tetapi belum saatnya diumumkan," kata Dedy.

Kabar penangkapan Aulia Pohan diterima politikus Permadi dan disiarkan oleh sejumlah media online. Permadi yang merupakan politisi sekaligus tokoh spiritual itu mengaku menerima kabar penangkapan Aulia sejak seminggu lalu melalui pesan singkat yang dikirim seseorang melalui telepon seluler miliknya.

Soal ini Aulia sudah menyampaikan bantahan. "Selama ini saya berada di Jakarta bercengkerama dengan keluarga," ujar Aulia dalam rilisnya yang dikirim pada detikcom, Sabtu (18/12/2011).

KBRI di Swiss menyatakan tidak ada penangkapan atas mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan di negeri tersebut.

Detiknews
07.44 | 0 komentar

Foke Sesalkan Prijanto Mundur

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengaku telah mendapat kabar resmi terkait pengunduran diri Wakil Gubernur DKI Prijanto.
Menyikapi kabar tersebut, Foke (sapaan Fauzi Bowo) mengaku terkejut dan menyayangkan keputusan tersebut. Pasalnya, kata Foke, masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI baru akan berakhir pada Oktober 2012 mendatang.

“Saya menyayangkan pengunduran diri Wakil Gubernur Prijanto” ujar Foke dalam keterangannya yang diterima okezone, Minggu (25/12/2011).

Meski demikian, Foke akan menghormati keputusan Prijanto. Dia yakin keputusan tersebut telah dipertimbangkan matang-matang. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan serta kerja samanya selama ini dan berharap tali silahturahmi akan selalu terjaga," tandas pria berkumis tebal tersebut.
Selanjutnya, proses permintaan pengunduran diri tersebut akan segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Foke bertekad akan terus menjalankan tugasnya melayani masyarakat Jakarta, dan fokus pada program kerja yang masih harus diselesaikan.

“Sementara langkah-langkah untuk mengisi tanggung jawab Wakil Gubernur yang ditinggalkan akan secepatnya diselesaikan sesuai peraturan yang berlaku,” pungkas Foke yang juga anggota Dewan Pembina DPP Partai Demokrat ini.

Sebagaimana diketahui, suasana politik Ibu Kota mulai memanas jelang dihelatnya Pemilukada DKI Jakarta yang akan berlangsung pertengahan 2012 mendatang. Sejumlah bakal calon terus bermanuver untuk memulusnya jalannya menduduki kursi DKI 1.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto rencananya akan mengundurkan diri dari jabatannya dalam waktu dekat.

Kabar tersebut dibenarkan oleh salah seorang kerabat Prijanto yang enggan disebutkan namanya. “Betul (Prijanto akan mundur). Bismillah, semoga ini yang terbaik buat beliau,” kata orang tersebut kepada okezone, Jumat (23/12/2011).

Namun, dia enggan membeberkan lebih jelas kapan Prijanto akan melepaskan jabatannya tersebut.

Sudah menjadi rahasia umum, komunikasi antara Fauzi Bowo dengan Prijanto sudah tidak seharmonis dulu. Prijanto dinilai kerap dibatasi geraknya. Hingga akhirnya, purnawirawan TNI AD bintang dua ini membuat sebuah buku yang isinya menyoroti kinerja Fauzi Bowo.
okezone
07.32 | 0 komentar

Welcome Guys

Categories